Bidanku Bidan Budiman

Jumat, 16 Maret 2012 | comments (11)

Bidan Aminah
Bidanku Bidan Budiman. Selama ini ada sebuah pameo,orang miskin tak boleh sakit.Namun pameo itu tak berlaku di satu kawasan Pos Kesehatan Masyarakat di Jakarta Utara yang di kelola Yayasan Al-Amien.Meraka yang saban hari berkunjung ke Pos Kesehatan Masyarakat ini adalah kelompok masyarakat sederhana dan papa secara ekonomi.Alasan tariflah yang menjadi magnet layanan kesehatan ini.Dari mulut ke mulut Pos Layanan Kesehatan berbiaya ala kadarnya pun menyebar.

Ditengah mahalnya biaya obat dan kesehatan,Pos Layanan Masyarakat ini pun bagai gula yang dikerubutin semut.Klinik boleh sederhana,yang datang pun kelompok kaum papa,namun pelayannya bukan ala kadarnya.Adalah Siti Aminah sosok di balik Klinik mulia ini.Siti Aminah sebenarnya adalah seorang dokter.Sejak tahun 1994 terpanggil mendirikan Pos Pelayanan ini.Karena banyak menangani pasen mengandung dan persalinan,Siti Aminah lebih dikenal dengan Bidan Aminah.

Tak mampu membayar sewa tempat lain,rumah sederhana dua lantainya pun disulap menjadi Pos Kesehatan.Tak hanya ruang periksa,juga ruang persalinan dilengkapi USG dan ruang perawatan intensif.Dengan pasilitas yang lumayan lengkap,sudah terbayang berapa biaya bagi pasien? Kenyataannya,bukanlah angka jutaan,bahkan pasien boleh membayar seikhlasnya,ala-kadarnya.Ada yang membayar dengan sayuran,bumbu dapur dan bahkan sering kali hanya terima kasih belaka.

Ikhlas tanpa pamrih,itulah gambaran yang bisa diungkapkan tentang sosok seorang Bidan Aminah.Sebelum terjun ke dunia sosial,Siti Aminah adalah seorang dokter yang mapan.NAmun bathinnya tersiksa menyaksikan banyak masyarakat yang terpinggirkan.Jiwanya pun terpanggil untuk mengulurkan tangan semampunya.

Totalitas dibidang sosial sudah mengalir di urat nadi Bidan Aminah,mobil miliknya pun disulap menjadi mobil Ambulance sederhana.Wara-wiri ambulance pun disupirinya sendiri menjambangi warga yang tak mampu binanya.Namun saying sang ambulance pun sudah tak prima lagi.Beberapa bagian atapnya bocor,mesinnya sering ngadat dan remnya pun mulai aus dimakan usia.Janji bantuan pemerintah memang pernah diterimanya,namun seperti biasa janji tetaplah tinggal janji,pemanis mulut belaka.
Share this article :

11 comments:

  1. Seharusnya bisa lebih banyak bidan aminah di Indonesia ini. Setiap tahun sudah terlalu banyak bidan yang lulus. Cuma ya itu, fokus utamanya adalah kerja di RS ternama dulu...happy blogging!

    BalasHapus
  2. sungguh mulia pengabdian bidan Aminah,
    semestinya pemerintah memperhatikan orang2 yang mengabdi seperti ibu bidan ini,,,

    wilujeng ngeblog

    BalasHapus
  3. cap jempol buat bidan aminah...

    BalasHapus
  4. kemuliaan hati seorang bidan aminah, perlu jadi contoh dan motivasi seluruh bangsa ini, untuk dapat juga berbuat sama seperti apa yang sudah dilakukan bidan Aminah, tentu pada bidangnya masing-masing, bila ini terjadi sejahteralah seluruh bangsa

    BalasHapus
  5. waw Bidan seperti ini yang sangat di perlukan di dunia

    BalasHapus
  6. mudah mudahan aktor kesehaan yang lain bisa terinspirasi dari bu bidan ini ya. .. amiin. .

    BalasHapus
  7. Subhanallah...hebat banget Ibu ini, semoga Allah memberikan balasan pahala yang berlipat ganda dan semoga ada perhatian dari pemerintah

    BalasHapus
  8. bisa di katakan sangat jarang bidan yang seperti ini, di saya mah malah galak jutek euy bidan teh mahal deui pelayanan kurang bagus.

    mudah2an ibu aminah selalu di berikan kesehatan oleh allah swt dan di permudah rezekinya amin..

    BalasHapus
  9. andaikata para elit negari ini punya 'MORAL' , niscaya sejahtera lah seluruh rakyat di negeri ini. Sang bidan hanya 1 dari 'SEDIKIT' orang yang mempunyai kepedulian yang sangat tinggi. Mudah2n kita bisa mencontoh beliau,,,

    BalasHapus
  10. andaikan bidan-bidan yang lain seperti bidan aminah, betapa bangganya negeri ini kepada mereka-mereka itu dengan pengabdian tanpa pamrihnya

    BalasHapus

Tanda kunjungan anda sah apabila ada tapak komentar di Form ini! Mohon untuk tidak menyampah,makasih tak terhingga atas kritik juga sarannya.

 
Copyright © 2012. Tunggara Blogs Privacy Policy
Support by Blogger
Created by : Creating Website
Tunggara Blogs - All Rights Reserved